Panduan dan Cara Budidaya Tanaman Buah Naga
Panduan dan Cara Budidaya Tanaman Buah Naga. Tanaman buah naga adalah termasuk dalam jenis kaktus, tanaman ini bersal dari meksiko, amerika tengah dan amerika selatan. Morfologi dari tanaman buah naga terdiri dari akar, batang duri, bunga dan buah. Tanaman ini mempunyai siklus hidup yang lama. Tanaman Buah naga dipercayai banyak memiliki mannfaat terutama untuk kesehatan, mulai dari batang, daging buah sampai dengat kulit buah naga memiliki kandungan vitamin dan zat yang berguna bagi tubuh manusia, tanaman ini mulai trend di Indonesia pada tahun 2000.
Tehnik Budidaya
Tanaman buah naga dapat dibudidayakan dengan cara stek (vegetatif) dan penyemaian benih (generatif), tanaman buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun namun tanaman ini membutuhkan unsur hara yang bnyak jadi media yang disiapakan harus memiliki unsur hara yang bnyak.
Pembibitan
Pembibitan tanaman buah naga dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1. Genratif/penyemaian biji
- Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan pemilihan buah yang sudah tua, hal ini bertujuan agar biji yang didapatkan berkualitas, usahakan indukan nya berkualitas karna hal ini akan mempengaruhi bibit tersebut nantinya,
- Buah yang sudah disiapakan bijinya dikeluarkan dan dipisahkan dari daging buah kemudian biji tersebut direndam air hangat selama 1 menit.
- Biji yang telah direndam di masukkan dalam media semai yang bersal dari campuran tanah dan pasir dan didiamkan sampai tumbuh tunas.
- Usahakan pada saat penyemaian terhindar dari suhu panas .stelah tunas keluar dan memiliki panjang sekitar 15-20cm, tanaman dipindahkan kemedia pembibitan.
2. Vegetative/stek
- Langkah pertama yangharus di lakukan adalah pemilihan indukan, usahakan indukan yang akan di stek berkualitas,karna hal in akan mempengaruhi bibit nantinya
- Potong calon bibit 20-30cm,bagian atas diptong rata saja, sedankan bagian bawah dipotong dengan cara bentuk runcing,
- Bagian yang sudah dipotong biarkan sampai mongering kemudian celupkan dalam larutan fungisida,kemudian tanam kemedia pembibitan yang berupa campuran tanah dan pupuk.
- Usahakan bibit terlindung dari sinar matahari berlebihan, serta lakukan penyiraman 2 kali sehari.bibit sudah bias dipindahkan ketika berusia 3 bulan.
Pembuatan Tiang Panjat
Pembuatan tiang panjat ini dimaksudkan uantuk menopang tanaman buah naga, tinggi tiang yang disiapkan adalah 2,5 meter dan terbuat dari beton, bias berbentuk bundar atau berbentuk segitiga,tiang in harus kuat serta bagia atasnya diberikan penopang kayu /besi berbentuk X, kemudian tambahkan ban bekas sehingga berbentuk seperti setir mobil. Jarak tiang panjat adalah 3 meter.
Media Tanam
Tanama buah naga memerlukan unsur hara yang banyak sehingga media tanah yang disiapkan harus di beri campuran pupuk serta bersih dari gulma, lubang yang dibuat untuk tanaman buah naga adalah dengan lebar 60x60 cm dan lebar 25 cm, lubang dibuat mngintari tiang panjat yang telah di siapkan, tanah yang telah digali di birkan selama 1 minggu, kemudian tanah yan akan dipakai menutup lubang dicampur dengan pupuk, bisa juga dengan ditambahkan kapur sedikit, kemudia tanah tersebut diaduk hingga rata.
Penanaman
Dalam 1 lubang ditanam sebanyak 4 bibit tanaman ,ditanam mengintari tiang panjat, setelah bibit ditanam, lakukan pengikatan pada tanaman tetapi jangan terlalu erat, usahakan tanaman mempunyai ruang gerak, pemupukan tanaman sangat diperlukan karna tanaman buah naga rakus akan unsur hara, hindari pupuk urea karna jika berlebihan dapat mnyebabbkan batang busuk. Lakukan penyiraman yang teratur jika pada saat musim kemarau lakukan 3 kali sehari.
Pemangkasan
Pemangkasan dapat dilakukan ketika tanaman bermumur 3-4 bulan, pemangkasan tanaman bertujuan untuk membentuk cabang produktif. Tunas yang dipotong adalah pada bagian bawah tanaman sedangkan yang bagian atas dibiarkan saja.
Setelah tanaman berbuah semprotkan larutan monokalium dan multimikro, hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa manis pada buah, lakukan penyemprotan di sore hari agar tanaman tidak layu.
Panen
Tanaman buah naga jika sehat berbuah saat umur 10 bulan setelah tanam. Ciri buah yang sudah siap panen adalah warnya yang merah mengkilap dan merata mahkota buah mengecil dan pangkal buah mengkriput, buah yang telah dipanen di kumpulkan dan usahakan tdk menumpuk. Demikianlah artikel yang berisi informasi cara budidaya tanaman bah naga, semoga artikel in bermanfaat dan salam sukses selalu.
Panduan Tips dan Cara Budidaya
Kamis, 11 Juni 2015
Rabu, 27 Mei 2015
Panduan dan Cara Budidaya Belut
Panduan dan Cara Budidaya Belut
Panduan dan Cara Budidaya Belut. Belut adalah sekumpulan ikan yang
berbentuk menyerupai ular, habitat
alaminya adalah di air darat, daging belut mempunyai banyak manfaat bagi
kesehatan karna belut kaya akan nutrisi, sehingga belut bnyak dicari, tetapi
hasil penagkapan belut dari alam semakin sedikit karna permintaan yang
semakin bertambah, oleh karna itu pada kesempatan kali ini saya akan membahas
tentang budidaya belut.
Cara budidaya
Budidaya belut dapat dilakukan dengan 2
cara yaitu budidaya dikolam dan budidaya drum, pertumbuhan belut sangat di
dukung oleh media budidayanya, klo tdk cocok pertumbhan belut akan lambat.
Belut hidup didaerah berlumpur jadi media
haru di isi dengan lumpur, lumpur yang ideal adalah lumpur yang berasal dari
sawah dan Karena belut tetap memerlukan air maka dalam beternak belut dalam media
kolam/drum ini sebagai habitat hidupnya, media kolam/drum diberi air sampai
ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami dengan tanaman air, tanaman air harus menutupi
menutupi ¾ besar kolam/drum, tanaman air ini Untuk
menjaga kelembapan dan menjadi pelindung belut dari suhu panas.
sebelum bibit belut dimasukkan dalam media , media perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan tambahan untuk belut nantinya secara alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit belut yang akan diternakkan dimasukkan.
sebelum bibit belut dimasukkan dalam media , media perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan tambahan untuk belut nantinya secara alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit belut yang akan diternakkan dimasukkan.
Pemeliharaan belut
1.
Pemberian pakan
Pakan diberikan pada hari ke 3 setelah bibit di masukkan dalam
media kolam/drum, pakan yang dapat diberikan adalah cacing, ikan –ikan kecil,
kecebong dan cacahan keong emas atau bekicot, usahakan pakan yang diberikan
masih segar dan pemberian pakan dilakukan pada sore hari sektar pukul 17.00,
Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar
200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air
rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut
bersembunyi,
2.
Pengaturan air
Pengaturan air bertujuan agar
bekas makanan tdk menumpuk, pekerjaan ini dilakukan dengan mengalirkan air
kemedia, baiknya air yang masuk kemedia berbentuk percikan, kualitas air juga
harus diperhatikan, air yang ideal untuk belut adalah ph 5 – 7 dan suhu air
adalah 26-28 derajat C, selain itu kolam yang sudah diganti airnya diberikan
EM4 yang bertujuan untuk menetralkan sisa-sisa makanan, pemberian EM4 dengan
dosis kira-kira ½ sendok makan dalam 1 liter air.
Panen
Pemaneman belut bisa dilakukan
ketika belut berumur 3-4 bulan tergantung keinginan atau permintaan pasar,
usahakan jangan terlalu lama panen karna belut memiliki sifat kanibal. Demikianlah
artikel yang berisi informasi tentang panduan dan cara budidaya belut, semoga
artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu.
Selasa, 19 Mei 2015
Penyakit Pada tanaman Alpukat dan Cara Pengendalianya
Penyakit Pada tanaman Alpukat dan Cara Pengendalianya
Penyakit Pada tanaman Alpukat dan Cara Pengendalianya. Artikel kali ini
adalah informasi mngenai penyakit yang sering mnyerang tanaman alpukt dan cara
pengendalianya, berikut nama penyakit tanaman alpukat dan cara pengendalianya
1. Antraknosa
Penyebab: Jamur Colletotrichum
gloeosporioides (Penz.) sacc. yg mempunyai miselium berwarna cokleat hijau
sampai hitam kelabu & sporanya berwarna jingga.
Gejala: Penyakit ini menyerang semua
bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yg terinfeksi berwarna cokelat karat,
kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yg terserang akan gugur.
Pengendalian: Pemangkasan ranting &
cabang yg mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum
matang). Dapat juga disemprot dgn fungisida yg berbahan aktif maneb seperti
pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dgn
dosis 2-2,5 gram/liter.
2. Bercak
daun atau bercak cokelat
Penyebab: cercospora purpurea
Cke./dikenal juga dgn Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini
berwarna gelap & menyukai tempat lembab.
Gejala: bercak cokelat muda dgn tepi
cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat
berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan
menjadi lubang yg dapat dimasuki organisme lain.
Pengendalian: Penyemprotan fungisida
Masalgin 50 WP yg mengandung benomyl, dgn dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga
dgn mengoleskan bubur Bordeaux.
3. Busuk akar & kanker batang
Penyebab: Jamur Phytophthora yg hidup
saprofit di tanah yg mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dgn
drainase jelek.
Gejala: Bila tanaman yg terserang
akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh.
Akibat yg paling fatal adalah kematian pohon. Bila batang tanaman yg terserang
maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang.
Pengendalian: drainase perlu diperbaiki,
jangan sampai ada air yg menggenang/dengan membongkar tanaman yg terserang
kemudian diganti dgn tanaman yg baru.
4. Busuk buah
Busuk buah disebabkan oleh Botryodiplodia theobromae pat.
Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah.
Gejala: Bagian yg pertama kali diserang
adalah ujung tangkai buah dgn tanda adanya bercak cokelat yg tidak teratur, yg
kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan
kecil.
Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/
semprotkan fungisida Velimex 80 WP yg berbahan aktif Zineb, dgn dosis 2-2,5
gram/liter
Demikianlah artikel yang berisi tentang
informasi nama penyakit pada tanaman alpukat dan cara pengendalianya, semoga
artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu.
Hama Tanaman Alpukat dan Cara Pengendaliannya
Hama Tanaman Alpukat dan Cara Pengendaliannya
Hama Tanaman Alpukat
dan Cara pengendaliannya. Artikel kali
ini membahas nama hama yang sering menyerang tanaman alpukat dan cara
pengendalianya, berikut nama hama tanaman alpukat dan cara penaggulanganya
Hama
pada Daun
1.
Ulat kipat
(Cricula trisfenestrata Helf)
Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih & dipenuhi
rambut putih. Kepala & ekor berwarna merah menyala.
Gejala: Daun-daun tidak utuh & terdapat bekas gigitan. Pada serangan yg
hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, & terlihat
kepompong bergelantungan.
Pengendalian: Menggunakan insektisida yg mengandung bahan aktif
monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dgn dosis 1-3 cc/liter atau
Azodrin 15 WSC dgn dosis 2-3 cc/liter.
2.
Ulat kupu-kupu
gajah (Attacus atlas L.)
Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dgn warna coklat
kemerahan & segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih,
panjang 15 cm & mempunyai duri yg berdaging. Pupa terdapat di dlm kepompong
yg berwarna coklat.
Gejala: Sama dgn gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak
bergelantungan melainkan terdapat di antara daun.
Pengendalian: Sama dgn pemberantasan ulat kipat.
3.
Aphis gossypii
Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas.
Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini
mengeluarkan embun madu yg biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun
menjadi hitam & semut berdatangan.
Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yg hebat tanaman akan
kerdil & terpilin.
Pengendalian: Disemprot dgn insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat,
misalnya Orthene 75 SP dgn dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.
4.
Kutu dompolan
putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso
Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye,
tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dgn
jumlah 14-18 pasang & yg terpanjang di bagian pantatnya.
Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat & kurus. Tunas muda, daun,
batang, tangkai bunga, tangkai buah, & buah yg terserang akan terlihat
pucat, tertutup massa berwarna putih, & lama kelamaan kering.
Pengendalian: Disemprot dgn insektisida yg mengandung bahan aktif
formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis
1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula.
5.
Tungau merah
(Tetranychus cinnabarinus Boisd)
Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan
tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki
dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm.
Gejala: Permukaan daun berbintik-bintik kuning yg kemudian akan berubah
menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang
yg halus. Serangan yg hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu & rontok.
Pengendalian: Disemprot dgn akarisida Kelthan MF yg mengandung bahan aktif
dikofoldan, dgn dosis 0,6-1 liter/ha.
Hama pada Buah
1.
Lalat buah
Dacus (Dacus dorsalis Hend.)
Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dgn bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada
berwarna coklat tua bercak kuning/putih & bagian perut coklat muda dengan
pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda &
kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm.
Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yg merupakan
tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dlm buah berlubang
& busuk karena dimakan larva.
Pengendalian: dgn umpan minyak citronella/umpan protein malation akan
mematikan lalat yg memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara
lain dgn Hostathion 40 EC yg berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter &
tindakan yg paling baik adalah memusnahkan semua buah yg terserang atau
membalik tanah agar larva terkena sinar matahari & mati.
2.
Codot
(Cynopterus sp)
Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang
buah-buahan pada malam hari.
Gejala: Terdapat bagian buah yg berlubang bekas gigitan. Buah yg terserang
hanya yg telah tua, & bagian yg dimakan adalah daging buahnya saja.
Pengendalian: Menangkap codot menggunakan jala/menakut-nakutinya
menggunakan kincir angin yg diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.
Hama pada Cabang/Ranting
1.
Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth
/ Xylosandrus morigerus Bldf).
Ciri: Kumbang yg lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua &
berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih & panjangnya 2 mm.
Gejala: Terdapat lubang yg menyerupai terowongan pada cabang atau ranting.
Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke
daun, kemudian daun menjadi layu & akhirnya cabang atau ranting tersebut
mati.
Pengendalian: Cabang/ranting yg terserang dipangkas & dibakar. Dapat
juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung
dlm Orthene 75 SP dgn dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter & Diazinon 60 EC
dosis 1-2 cc/liter.
Demikianlah artikel yang berisi tentang informasi nama hama pada tanaman
alpukat dan cara pengendalianya, semga artikel ini bermannfaat, salam sukses
selalu.
Panduan Cara Budidaya Tanaman Alpukat
Panduan Cara Budidaya
Tanaman Alpukat
Panduan Cara Budidaya
Tanaman Alpukat. Tanaman alpukat adalah tanaman yang bersal dari daratan
amerika tengah dan diperkirakan masuk di Indonesia pada abad ke 18. Pada tahun
1920-1930 serara resmi mengintroduksi 20 varietas alpukat. Buah alpukat
memiliki banyak mannfaat,selain sebagai makanan buah alpokat juga digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik.
Syarat Tumbuh
1.
Suhu optimal yang dibutuhkan tanaman alpukat
adalah 12,8-28,3 derajat C
2.
Kebutuhan sinar matahari adalah 40-80 %
3.
Curah hujan minimun yang
diperlukan tanaman alpukat adalah 750-100 mm/pertahun
4.
Angin diperlukan tanaman
alpukat untuk proses penyerbukan, kecepatan angin yang ideal adalah 42,4 - 63,5 km/jam
Media Tanam
1.
Untuk
pertumbuhan yang optimal, tanaman alpukat memerlukan tanah yang gembur, tidak
mudah tergenang dan mngandung banya bahan organik
2.
Jenis
tanah yang baik bagi tanaman alpukat adalah tanah lempung berpasir, lempung
liat dan lempung endapan
3.
Keasaman
tanah yang diperlukan adalah antara ph sedikit asam sampai netral
4.
Ketinggian
tempat yang ideal adalah 200-1000 m dpl.
Pembibitan
Bibit yang bagus
adalah bersal dari pohon yang sudah tua dan biji biji tidak cacat, untuk
meperbanya tanaman alpukat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu generatif dan
vegetatif, akan tetapi menurut ahli cara yang paling bagus adalah dengan cara
okulasi karna bibit yang didapatkan sangat mirip dengan indukanya. Okulasi
dapat dilakukan pada tanaman yang berumur 8 – 10 bulan, sebagai mata tunas yang
akan di okulasikan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat, dan penempelan
dilakukan saat kulit batang semai, Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm & lebarnya 8
mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya & ditarik ke bawah lalu dipotong
6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dgn sedikit kayu dari cabang mata
(enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yg bermata
dimasukkan di antara kulit & kayu yg telah disayat pada pohon pokok &
ditutup lagi, dgn catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut
seluruhnya dgn pita plastik. Bila dlm 3-5 hari matanya masih hijau, berarti
penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik
dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya,
kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan
mata dapat lebih cepat. Setelah batang yg keluar dari mata mencapai tinggi 1 m,
maka bagian pohon pokok yg dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi &
lukanya diratakan, kemudian ditutup dgn parafin yg telah dicairkan. Pohon
okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan &
pemindahan yg paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. dlm
perbanyakan vegetatif yg perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara
agar tetap tinggi (+ 80%) & suhu udara di tempat penyambungan jangan
terlalu tinggi (antara 15-25°C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim
hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yg
berupa sambungan perlu disiram secara rutin & dipupuk 2 minggu sekali.
Pemupukan bisa bersamaan dgn penyiraman, yaitu dgn melarutkan 1-1,5 gram
urea/NPK ke dlm 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dgn dosis sesuai
anjuran dlm kemasan. Sedangkan pengendalian hama & penyakit dilakukan bila
perlu saja
Penanaman
Yang pertama harus
diperhatikan adalah tanah harus bebas dari gulma, kemudiaan pembuatan lubang,
lubang yang ideal adalah ukuran panjang lebar dan kedalaman adalah 75cm dan
dibirkan selama 2 minggu kemudian lubang ditutp kembali dan tanah penutup
lubang diberi pupuk kandang kemudian diaduk, lubang yang telah ditutup digali
lagi sesuai wadah bibit, kemudian bibit dimasukkan, usahakan agar premukaan
tanah tinggi untuk menghindari genangan air, bibit yang telah ditanaman diberi
naungan yang terbuat dari daun kelapa muda sampai umur tanaman 1 bulan.
pemeliharaan
1.
Penyiangan
Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat
zat hara. Selain merupakan saingan dlm memperoleh makanan, gulma juga merupakan
tempat bersarangnya hama & penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat
tumbuh dgn baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara
rutin.
2.
Penggemburan
Tanah
Tanah yg setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat & udara di
dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap
unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan
dgn hati-hati agar akar tidak putus.
3.
Penyiraman
Bibit yg baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu
dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan
bila hari hujan tidak perlu disiram lagi.
4.
Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yg tumbuh terlalu rapat atau
ranting-ranting yg mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas
pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit & luka bekas pemangkasan
sebaiknya diberi fungisida/penutup luka.
5.
Pemupukan
Dalam
pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yg baik &
teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akar-akar
rambutnya, hanya sedikit & pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus
diberikan agak sering dgn dosis kecil. Jumlah pupuk yg diberikan tergantung
pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45%
N), TSP (50% P), & KCl (60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun)
diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1
kg/pohon & 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih)
diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2
kg/pohon, & 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dlm setahun.
Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya
pupuk diletakkan sedekat mungkin dgn akar. Caranya dgn menanamkan pupuk ke dlm
lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi
tajuk tanaman, melingkari tanaman
Panen
Biasanya
alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, & musim berbuah
lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, & Februari. Di Indonesia yg
keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat, musim panen dapat terjadi
setiap bulan, Buah alpukat yang
sudah siap panen adalah ketika buah sudah matang, usahakan hati hati saat
proses panen karena tanaman alpukat mempunyai ranting yang lunak, jadi
sebaiknya gunakan alat bantu saat panen, dan buah yang sudah dipanen sebaiknya
dicuci dan kemudian dimasukkan kekarung goni sebagai proses pemeraman sekitar 1
minggu. Demikianlah artikel yang berisi tentang informasi cara budidaya tanaman
alpukat, semga artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu.
Sabtu, 16 Mei 2015
penyakit tanaman anggur dan cara penanggulanganya
Penyakit Pada Tanaman Anggur dan
Cara Pengendalianya
Penyakit Pada Tanaman Anggur dan
Cara Pengendalianya. Pada kesempatan kali ini saya akan
membahas tentang penyakit yang sering menyerang tanaman anggur dan cara
pengendalian penyakit tersebut.
1. Downy mildew (tepung
palsu), penyakit ini menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah
tanaman anggur, akibatnya tanaman bisa mati. Pengendalianya adalah dengan cara,
bagian yang terserang dipangkas dan dibakar ,kurangi kelembapan kebun (pangkas),
pasang naungan dan semprotkan NATURAL GLIO+gula pasir pada tanaman.
2. Powder mildew
(cendawan tepung), pnyakit ini mnyerang semua stadium pertumbuhan, gejala yang
ditumbulkan, daun menggulung keatas dan bentuk abnormal ditutupi tepung
beruarana kelabu sampai agak gelap dan batang beruarna coklat. Pengendalianya
adalah dengan cara lakukan penyemprotan pada tanaman menggunakan NATURAL
GLIO+gula pasir.
3. Cercosspora viticola dan alternaria vitis (bercak
daun), penyakit ini mnyerang daun dan tunas tanaman sehingga tunas dan dau
menjadi rontok, gejalanya adalah timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik
hitam pada daun dan tunas tanaman. Pengendalianya adalah dengan cara sanitasi
kebun, kurangi kelembapan, potong dan musnahakan bagian tanaman yang terserang
penyakit dan lakukan penyemprotan dengan NATURAL GLIO pada tanaman.
4. Jamur physopella ampelopsidis,penyakit ini menyerang daun sehingga daun
menjadi rontok, gejala yang ditimbulakan adalah terdapat tepung berwrna jingga
pada sisi bawah daun dan sisi daun atas ada bercak-bercak hijau kekuningan dan semua lapisan daun tertutupi tepung.
Pengendalianya adalah dengan cara pangkas daun yang sakit dan lakukan
penyemprotan dengan NATURAL GLIO + gula pasir
5. Black rot (busuk
hitam), penyakit ini menyerang buah tanaman anggur sehingga buah menjadi busuk
dan keliatan mengkriput seperti mummi, gejalanya adalah muncul bercak-brcak
putih pada buah yang hampir matang dengan warna tepi buah coklat.
Pengendalianya adalah dengan cara musnahkan buah yang terserang , kurangi kelembapan,
bungkus buah dan lakukan penyemprotan dengan menggunakan NATURAL GLIO + gula
pasir
6. Jamue elsinoe ampelina (kudis), penyakit ini menyerang semua bagian
tanaman anggur sehingga mnyebabbkan buah menjadi berkudis dan keras, gejala
penyakit ini adalah timbul bercak kelabu dengan tepi coklat kemerahan.
Pengendalian nya adalah dengan cara pangkas baggian yang terserang, sanitasi
kebun dan lakukan penyemprotan dengan menggunakan NATURAL GLIO + gula pasir.
Demikianlah artikel yang berisi tentang informasi penyakit
yang sering mnyerang buah anggur dan cara pengendalianya, semoga artikel ini
bermannfaat. Nantikan artikel selanjutnya tentang budidaya dan salam sukses
selalu.
hama tanaman anggur dan cara penanggulanganya
Hama Tanaman Anggur dan Cara Penanggulanganya
Hama Tanaman Anggur dan Cara Penanggulanganya. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas
tentang hama yang paling sering menyerang tanaman anggur dan cara
pengendalianya, berikut ini nama hama dan cara penanggulanganya
Langganan:
Postingan (Atom)