Selasa, 19 Mei 2015

Panduan Cara Budidaya Tanaman Alpukat


Panduan Cara Budidaya Tanaman Alpukat

Panduan Cara Budidaya Tanaman Alpukat. Tanaman alpukat adalah tanaman yang bersal dari daratan amerika tengah dan diperkirakan masuk di Indonesia pada abad ke 18. Pada tahun 1920-1930 serara resmi mengintroduksi 20 varietas alpukat. Buah alpukat memiliki banyak mannfaat,selain sebagai makanan buah alpokat juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik.

Syarat Tumbuh

1.       Suhu optimal yang dibutuhkan tanaman alpukat adalah 12,8-28,3 derajat C

2.       Kebutuhan sinar matahari adalah 40-80 %

3.       Curah hujan minimun yang diperlukan tanaman alpukat adalah 750-100 mm/pertahun

4.       Angin diperlukan tanaman alpukat untuk proses penyerbukan, kecepatan angin yang ideal adalah 42,4  - 63,5 km/jam

Media Tanam

1.       Untuk pertumbuhan yang optimal, tanaman alpukat memerlukan tanah yang gembur, tidak mudah tergenang dan mngandung banya bahan organik

2.       Jenis tanah yang baik bagi tanaman alpukat adalah tanah lempung berpasir, lempung liat dan lempung endapan

3.       Keasaman tanah yang diperlukan adalah antara ph sedikit asam sampai netral

4.       Ketinggian tempat yang ideal  adalah 200-1000 m dpl.

Pembibitan

Bibit yang bagus adalah bersal dari pohon yang sudah tua dan biji biji tidak cacat, untuk meperbanya tanaman alpukat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu generatif dan vegetatif, akan tetapi menurut ahli cara yang paling bagus adalah dengan cara okulasi karna bibit yang didapatkan sangat mirip dengan indukanya. Okulasi dapat dilakukan pada tanaman yang berumur 8 – 10 bulan, sebagai mata tunas yang akan di okulasikan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat, dan penempelan dilakukan saat kulit batang semai, Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm & lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya & ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dgn sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yg bermata dimasukkan di antara kulit & kayu yg telah disayat pada pohon pokok & ditutup lagi, dgn catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dgn pita plastik. Bila dlm 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yg keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yg dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi & lukanya diratakan, kemudian ditutup dgn parafin yg telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan & pemindahan yg paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. dlm perbanyakan vegetatif yg perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) & suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25°C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yg berupa sambungan perlu disiram secara rutin & dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dgn penyiraman, yaitu dgn melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dlm 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dgn dosis sesuai anjuran dlm kemasan. Sedangkan pengendalian hama & penyakit dilakukan bila perlu saja

Penanaman

Yang pertama harus diperhatikan adalah tanah harus bebas dari gulma, kemudiaan pembuatan lubang, lubang yang ideal adalah ukuran panjang lebar dan kedalaman adalah 75cm dan dibirkan selama 2 minggu kemudian lubang ditutp kembali dan tanah penutup lubang diberi pupuk kandang kemudian diaduk, lubang yang telah ditutup digali lagi sesuai wadah bibit, kemudian bibit dimasukkan, usahakan agar premukaan tanah tinggi untuk menghindari genangan air, bibit yang telah ditanaman diberi naungan yang terbuat dari daun kelapa muda sampai umur tanaman 1 bulan.

pemeliharaan

1.       Penyiangan

Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dlm memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama & penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dgn baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin.

2.      Penggemburan Tanah

Tanah yg setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat & udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dgn hati-hati agar akar tidak putus.

3.      Penyiraman

Bibit yg baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi.

4.       Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yg tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yg mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit & luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka.

5.       Pemupukan

Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yg baik & teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akar-akar rambutnya, hanya sedikit & pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dgn dosis kecil. Jumlah pupuk yg diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), & KCl (60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon & 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, & 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dlm setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dgn akar. Caranya dgn menanamkan pupuk ke dlm lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman

Panen

Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, & musim berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, & Februari. Di Indonesia yg keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat, musim panen dapat terjadi setiap bulan, Buah alpukat yang sudah siap panen adalah ketika buah sudah matang, usahakan hati hati saat proses panen karena tanaman alpukat mempunyai ranting yang lunak, jadi sebaiknya gunakan alat bantu saat panen, dan buah yang sudah dipanen sebaiknya dicuci dan kemudian dimasukkan kekarung goni sebagai proses pemeraman sekitar 1 minggu. Demikianlah artikel yang berisi tentang informasi cara budidaya tanaman alpukat, semga artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar