Panduan Cara Budidaya
Tanaman Alpukat
Panduan Cara Budidaya
Tanaman Alpukat. Tanaman alpukat adalah tanaman yang bersal dari daratan
amerika tengah dan diperkirakan masuk di Indonesia pada abad ke 18. Pada tahun
1920-1930 serara resmi mengintroduksi 20 varietas alpukat. Buah alpukat
memiliki banyak mannfaat,selain sebagai makanan buah alpokat juga digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik.
Syarat Tumbuh
1.
Suhu optimal yang dibutuhkan tanaman alpukat
adalah 12,8-28,3 derajat C
2.
Kebutuhan sinar matahari adalah 40-80 %
3.
Curah hujan minimun yang
diperlukan tanaman alpukat adalah 750-100 mm/pertahun
4.
Angin diperlukan tanaman
alpukat untuk proses penyerbukan, kecepatan angin yang ideal adalah 42,4 - 63,5 km/jam
Media Tanam
1.
Untuk
pertumbuhan yang optimal, tanaman alpukat memerlukan tanah yang gembur, tidak
mudah tergenang dan mngandung banya bahan organik
2.
Jenis
tanah yang baik bagi tanaman alpukat adalah tanah lempung berpasir, lempung
liat dan lempung endapan
3.
Keasaman
tanah yang diperlukan adalah antara ph sedikit asam sampai netral
4.
Ketinggian
tempat yang ideal adalah 200-1000 m dpl.
Pembibitan
Bibit yang bagus
adalah bersal dari pohon yang sudah tua dan biji biji tidak cacat, untuk
meperbanya tanaman alpukat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu generatif dan
vegetatif, akan tetapi menurut ahli cara yang paling bagus adalah dengan cara
okulasi karna bibit yang didapatkan sangat mirip dengan indukanya. Okulasi
dapat dilakukan pada tanaman yang berumur 8 – 10 bulan, sebagai mata tunas yang
akan di okulasikan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat, dan penempelan
dilakukan saat kulit batang semai, Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm & lebarnya 8
mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya & ditarik ke bawah lalu dipotong
6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dgn sedikit kayu dari cabang mata
(enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yg bermata
dimasukkan di antara kulit & kayu yg telah disayat pada pohon pokok &
ditutup lagi, dgn catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut
seluruhnya dgn pita plastik. Bila dlm 3-5 hari matanya masih hijau, berarti
penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik
dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya,
kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan
mata dapat lebih cepat. Setelah batang yg keluar dari mata mencapai tinggi 1 m,
maka bagian pohon pokok yg dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi &
lukanya diratakan, kemudian ditutup dgn parafin yg telah dicairkan. Pohon
okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan &
pemindahan yg paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. dlm
perbanyakan vegetatif yg perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara
agar tetap tinggi (+ 80%) & suhu udara di tempat penyambungan jangan
terlalu tinggi (antara 15-25°C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim
hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yg
berupa sambungan perlu disiram secara rutin & dipupuk 2 minggu sekali.
Pemupukan bisa bersamaan dgn penyiraman, yaitu dgn melarutkan 1-1,5 gram
urea/NPK ke dlm 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dgn dosis sesuai
anjuran dlm kemasan. Sedangkan pengendalian hama & penyakit dilakukan bila
perlu saja
Penanaman
Yang pertama harus
diperhatikan adalah tanah harus bebas dari gulma, kemudiaan pembuatan lubang,
lubang yang ideal adalah ukuran panjang lebar dan kedalaman adalah 75cm dan
dibirkan selama 2 minggu kemudian lubang ditutp kembali dan tanah penutup
lubang diberi pupuk kandang kemudian diaduk, lubang yang telah ditutup digali
lagi sesuai wadah bibit, kemudian bibit dimasukkan, usahakan agar premukaan
tanah tinggi untuk menghindari genangan air, bibit yang telah ditanaman diberi
naungan yang terbuat dari daun kelapa muda sampai umur tanaman 1 bulan.
pemeliharaan
1.
Penyiangan
Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat
zat hara. Selain merupakan saingan dlm memperoleh makanan, gulma juga merupakan
tempat bersarangnya hama & penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat
tumbuh dgn baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara
rutin.
2.
Penggemburan
Tanah
Tanah yg setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat & udara di
dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap
unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan
dgn hati-hati agar akar tidak putus.
3.
Penyiraman
Bibit yg baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu
dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan
bila hari hujan tidak perlu disiram lagi.
4.
Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yg tumbuh terlalu rapat atau
ranting-ranting yg mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas
pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit & luka bekas pemangkasan
sebaiknya diberi fungisida/penutup luka.
5.
Pemupukan
Dalam
pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yg baik &
teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akar-akar
rambutnya, hanya sedikit & pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus
diberikan agak sering dgn dosis kecil. Jumlah pupuk yg diberikan tergantung
pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45%
N), TSP (50% P), & KCl (60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun)
diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1
kg/pohon & 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih)
diberikan urea, TSP, & KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2
kg/pohon, & 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dlm setahun.
Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya
pupuk diletakkan sedekat mungkin dgn akar. Caranya dgn menanamkan pupuk ke dlm
lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi
tajuk tanaman, melingkari tanaman
Panen
Biasanya
alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan, & musim berbuah
lebatnya biasanya pada bulan Desember, Januari, & Februari. Di Indonesia yg
keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat, musim panen dapat terjadi
setiap bulan, Buah alpukat yang
sudah siap panen adalah ketika buah sudah matang, usahakan hati hati saat
proses panen karena tanaman alpukat mempunyai ranting yang lunak, jadi
sebaiknya gunakan alat bantu saat panen, dan buah yang sudah dipanen sebaiknya
dicuci dan kemudian dimasukkan kekarung goni sebagai proses pemeraman sekitar 1
minggu. Demikianlah artikel yang berisi tentang informasi cara budidaya tanaman
alpukat, semga artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar