Panduan
Cara Budidaya Angrek Alam yang Baik
Informasi
Panduan Tips Cara Budidaya Angrek Alam yang Baik - Anggrek (Orchidaceae) merupan
suku tanaman berbunga yang mempunyai jenis terbanyak. Tanaman ini tesebar luas
di daerah beriklim tropis. Di Indonesia menurut catatan terdapat 6.090 jenis anggrek yang tersebar didaerah
Sumatra sampai Papua. Selain terkenal dengan keindahanya, pada jenis anggrek
tertentu juga bisa digunakan sebgai obat herbal dan bahan makanan. Oleh karna
itu banyak yang membudidayakan tanaman anggrek. Anggrek tebagi dalam 3 jenis :
1. Anggrek Ephytis adalah
jenis anggrek yg menupang pada batang/pohon lain tetapi tdk merusak/merugikan
yg ditumpangi. Alat yg dipakai utk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yg
fungsinya utk mencari makanan adalah akar udara.
2. Anggrek semi Ephytis
adalah jenis anggrek yg menempel pada pohon/tanaman lain yg tdk merusak yg
ditumpangi, hanya akar lekatnya juga b’fungsi spt akar udara yaitu utk mencari
makanan utk b’kembang.
3. Anggrek tanah/anggrek
t’restris adalah jenis anggrek yg hidup di atas tanah.
Cara
Budidaya Angrek Alam yang Baik :
Media
tanam
1. Media utk anggrek
Ephytis & Semi Ephytis t’diri dari:
1. Serat Pakis yg tlah
digodok.
2. 2. Kulit kayu yg dibuang
getahnya.
3. Serabut kelapa yg tlah
direndam air selama 2 minggu.
4. Ijuk.
5. Potongan batang pohon
enau.
6. Arang kayu .
7. Pecahan genting/batu
bata.
8. Bahan-bahan dipotong
menurut ukuran besar tanaman & akarnya. utk anggrek Semi Epirit yg akarnya
menempel pada media utk mencari makanan, perlu diberi makanan tambahan spt
kompos, pupuk kandang/daun-daunan.
2. Media utk anggrek
t’restria : Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos,
sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis & lainnya.
3. Media utk anggrek semi
t’restria : Bahan utk media anggrek ini perlu pecahan genteng yg agak besar,
ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Dipakai media pecahan genting,
serabut kayu, serat pakis & lainnya. Derajat keasaman air tanah yg dipakai
adalah 5,2.
Pembibitan Tanaman
anggrek
1. Persyaratan Bibit :
Bibit anggrek yg baik, sehat & unggul mempunyai beberapa ciri, yaitu:
bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat & indah.
2. Penyebaran Biji : Bibit
anggrek b’asal dr biji yg disemaikan. Adapun penyebaran biji anggrek sbg
b’ikut:
1. Peralatan yg digunakan
utk penyebaran biji harus b’sih.
2. Mensterilkan biji :
Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan
dlm 100 cc air kemudian saring kertas filter, dimasukkan ke dlm botol. Biji
dimasukan dlm botol & digojog 10 menit. (biji anggrek yg semula kuning
kecoklatan b’ubah warna menjadi kehijauan). Kemudian air dibuang & diganti
dengan aquades, digojog b’ulang kali (2–3 kali).
3. Penyebaran biji anggrek
: Botol-botol yg tlah disterilkan dpt digunakan utk menyebaran biji anggrek.
Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas lampu spritus utk
menghilangkan kuman. utk memasukan biji anggrek ke dlm botol digunakan pipet yg
dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian
dicelup kedalam spritus. Botol yg tlah t’buka kemudian diisi biji anggrek &
diratakan keseluruh permukaan alas makanan yg tlah disediakan. Sebelum botol
ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali
.
3. Teknik Penyemaian Benih
:
1. Memeriksaan dengan
mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yg kosong b’warna putih & yg
isi kuning coklat/warna lain.
2. Mempersiapkan botol yg
b’mulut lebar b’sih & tdk b’warna agar dpt meneruskan cahaya matahari yg
dibutuhkan & mudah dilihat.
3. Tutup botol dr kapas
digulung-gulung sampai keras, ujung diikat tali utk memudahkan dicopot kembali,
atau kain sisa yg dipotong potong. Kerapatan tutup botol menjaga agar
bakteri/jamur tdk masuk sehingga tdk t’infeksi atau t’kontaminasi.
4. Mempersiapkan lemari
kaca (ent-kas) yg b’sih dr bakteri/jamur dengan kain yg sdh dicelup
formalin udara dlm lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin
supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).
5. Pembuatan sterilsasi
alas makanan & utk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep
Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu:
1. Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram
2. KH2PO4 : 0,25 gram
3. MgSO47H2O : 0,25 gram
4. (NH4)2SO4 : 0,25 gram
5. Saccharose : 20 gram
6. FeSO4 4H2O : 0,25 gram
7. MnSO4 : 0,0075 gram
8. Agar-agar : 15–17,5 gram
9. Aquadest : 1000 cc
Pembuatan alas makanan
diperlukan pH 5,2, dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper.
Sterilisasi dengan cara dipanaskan dlm Autoclaf yg sampai 110 derajat C selama
setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat b’sih, dengan
posisi miring, sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai
ke leher botol) & didiamkan selama 5–7 jam utk mengetahui sterilisasi yg
sempurna.
Pemindahan
Bibit : Setelah tanaman di dlm botol b’umur 9–12 bulan t’lihat besar, tumbuh
akar. dlm tingkat ini bibit sdh dpt dipindahkan kedalam pot
penyemaian yg b’diameter 7 cm, 12 cm atau 16 cm yg b’lubang. Siapkan pecahan
genting, & akar pakis warna coklat, di potong dengan panjang 5–30 mm
sehingga serabutnya t’lepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai t’lebih dulu
dicuci b’sih & biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci, direndam
dulu dlm alas makanan selama 24 jam yg b’upa:
Urea
atau ZA : 0,50 mg
DS,
TS atau ES : 0,25 mg
Kalium
sulfat atau K2SO4 : 0,25 mg
Air
: 1000 cc
o Alaternatif lain
sbg alas makanan, dpt juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N, P, K
perbandingan 60:30:10 atau dpt juga digunakan pupuk kandang yg tlah dicampur
pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. Selain itu dpt digunakan
kulit Pinus yg di potong kecil sebesar biji kacang tanah, yg tlah direndam dlm
alas makanan spt akar pakis selama 24 jam. utk isian pot ini dpt juga digunakan
arang kayu bakar/serabut kelapa yg dipotong-potong sebesar ibu jari. Pot yg
disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah, kemudian isi
remukan pakis t’sebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu
dipadatkan). Pemindahan bibit ke dlm pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman
di botol dengan memasukkan air b’sih ke dlm botol. Dengan kawat b’sih b’ujung
spt huruf U, tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). Setelah
keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air b’sih. Seedlings
(semaian) ditanam dlm pot dengan rapat. Apabila di dlm botol sdh
t’jadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dlm antibiotic
(penicillin, streptomycin yg tlah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam.
Pemindahan
dr Pot Penyemaian : Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi, maka
tanaman dipindahkan ke pot biasa yg b’diamater 4–6 cm, yg b’isi potongan
genting/batu bata merah, kemudian b’i pakis/kulit pinus yg tlah direndam dlm
alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot.
Pengolahan Media Tanam
Anggrek
Media tanam utk tanaman anggrek tanah dibedakan:
1. Tanaman dlm pot (dengan
diameter 7-30 cm t’gantung dr jenis tanaman). Apabila diameter pot dipilih
25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot, kemudian pot diisi
pecahan genting. Anggrek di letakkan di tengah & akarnya disebar merata dlm
pot, kemudian batang anggrek diikat pada tiang. Pot diisi pupuk kandang yg tlah
dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dr pot.
2. Media tanam dlm tanah
dengan sistim bak-bak tanam. Bak t’buat dr batu bata merah panjang 2 m lebar 40
cm & tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Pembuatan bak ini di atas tanah
utk menghindari dr kebecekan, di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian
diberi bata ukuran 40 cm x 2 m & jarak antara pembantas dengan yg lain 3
cm. Tiang penahan dibuat 4 buah yg ditancapkan ke dlm tanah dengan ketinggian
masing-masing 1,5 m. Antara tiang satu dengan yg lain dihubungkan dengan kayu
sehingga keempat tiang t’sebut mrp suatu rangkaian.
Teknik Penanaman Anggrek
1. Anggrek Ephytis adalah
anggrek yg menupang pada batang/pohon lain tetapi tdk merusak/merugikan yg
ditumpangi atau ditempelin. Alat yg dipakai utk menempel adalah akarnya,
sedangkan akar yg fungsinya utk mencari makanan adalah akar udara.
2. Anggrek semi Ephytis
adalah jenis anggrek yg menempel pada pohon/tanaman lain yg tdk merusak yg
ditempel, hanya akar lekatnya juga b’fungsi spt akar udara yaitu utk mencari
makanan utk b’kembang.
3. Anggrek tanah/anggrek
t’restris.
Pemeliharaan Tanaman Anggrek
1. Penjarangan &
Penyulaman : Penjarangan & penyulaman dilakukan pada tempat yg disesuaikan
dengan jenis anggrek, yg sifatnya epphytis atau anggrek tanah.
2. Penyiangan : utk tanaman
anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dlm botol kemudian
dipisahkan ke dlm pot-pot yg sdh disediakan sesuai jenis anggrek.
3. Pemupukan : Unsur makro
yaitu unsur yg diperlukan dlm jumlah besar yg meliputi: C, H, O, N, S, P, K,
Ca, Mg. utk unsur mikro yaitu unsur yg dibutuhkan dlm jumlah yg sedikit, antara
lain: Cu, Zn, Mo, Mn, V, Sc, B, Si, dst. Unsur makro & unsur mikro dpt diambil
dr udara atau dr tanah, b’upa gas atau air & garam-garam yg t’larut di
dalamnya. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dlm 3 tahapan, yaitu:
1. Pemupukan utk bibit
(seedlings) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=6:3:1. Unsur N lebih banyak
dibutuhkan utk pembentukan pertumbuhan & perkembangan tanaman. Unsur N
diambil dr pupuk ZA/urea, utk P dipakai pupuk ES; DS; TS, & K dr Kalium
Sulfat (K2SO4). Pupuk-pupuk buatan yg mengandung N, P, K:
1. Urea : 0,6 gram utk 1
liter air
2. ES : 0,3 gram utk 1
liter air
3. ZK : 0,1 gram utk 1
liter air
2. Pemupukan utk ukuran
sedang (mid-size) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yg sama banyak
disini tdk memerlukan tambahan pupuk, maka dpt dususun sendiri pupuk yg
mengandung N, P, K dengan cara misalnya :
1. Urea : 0,3 gram utk 1
liter air
2. DS : 0,3 gram utk 1
liter air
3. K2SO4 : 0,3 gram utk 1
liter air
3. Pemupukan utk ukuran
b’bunga (flowerings-size) : Tanaman yg sdh b’bunga dipupuk dengan
perbandingan N:P:K= 1:6:1. Teknik pemberian pupuk buatan adalah:
1. Dalam bentuk
padat/powder yg dilakukan dengan menaburkan secara hati-hati, jangan t’sangkut
pada daun/batangnya yg menyebabkan daun/batang tadi dpt t’bakar.
2. Disiramkan, yg mana
anggrek dpt menyerap air & garam-garam yg t’larut di dalamnya. Cara ini
banyak dilakukan dimana-mana.
3. Penyemprotan, cara ini
sgt baik apabila t’jadi pembusukan akar didalamnya, maka akarnya ditutup
plastik.Pupuk kandang yg sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau,
kambing, ayam & lain-lain. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain
mengandung b’macam-macam unsur yg dibutuhkan oleh tanaman juga sgt membantu dlm
penyimpanan air, apalagi pada musim kemarau. Keburukan dr pupuk kandang ini
adalah di dlm kotoran banyak bateri yg mengandung jamur. utk itu dianjurkan
disangan lebih dahulu utk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan
tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar
pukul 5.00 sore.
4. Pengairan &
Penyiraman : Sumber air utk penyiraman tanaman anggrek dpt b’asal dari:
1. Air Ledeng, baik utk
menyiram karena jernih & steril, tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan
dengan menambah suatu asam misalnya HCl. PH yg baik sekitar 5,6-6.
2. Air sumur, baik utk
menyiram karena banyak mengandung mineral dr tanah yg sgt dibutuhkan oleh
tanaman. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya.
3. Air hujan, yg ditampung
didalam tong-tong/bak sgt baik utk menyiraman.
4. Air kali/air selokan,
tetapi kita tdk tahu pasti apakah air itu mengandung jamur, bakteri/lumut yg
bisa mengganggu anggrek/tidak. Kalau dilihat dr sudut isi makanan mungkin cukup
baik. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat
dr isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air utk menyiram. Adapun macam
isian pot & sifat diuraikan sbg b’kut:
1. Pecahan genting/pecahan
batu merah, yg mana mudah menguapkan air & sifat anggrek yg tdk begitu
senang dengan air sehingga tdk mudah utk lumutan. utk pecahan genting lebih
kecil daya serapnya lebih banyak & utk siraman lebih sedikit.
2. Potongan sabut kelapa,
pemakaian serabut kelapa lebih baik utk digunakan di daerah panas karena
menyimpan air, tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tdk menguntungkan
karena mudah busuk.
3. Remukan akar pakis yg
hitam, keras & baru tdk mudah utk menyerap air, setelah beberapa bulan
banyak menyerap air. Akar pakis yg coklat & lunak lebih mudah menyerap
& menahan air.
4. Potongan kulit pakis,
dimana media ini sukar sekali utk penyerapan air, mudah t’jadi penguapan. Jika
potongannya besar, penyerapan kecil & jika potongan kecil penyerapan air
lebih banyak. Bagi tanaman yg sdh besar pedoman penyiramannya 3-7
hari sekali musim hujan & 1-3 hari sekali pada musim hujan.
5. Waktu Penyemprotan
Pestisida : Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari, lebih baik
pada sore hari sekitar jam 5.00. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat,
dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. Penyemprotan bagi tanaman anggrek
t’serang hama perlu dilakukan b’ulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu t’tentu
(untuk kutu) daun seminggu sekali. Adapun jenis insektisida & dosis yg
digunakan utk hama antara lain:
1. Orthene 75 SP dosis 5-10
gram/10 liter air utk ulat pemakan daun
2. Bayrusil 250 EC dosis 2
cc/liter air utk ulat pemakan daun
3. Malathion dosis 3
gram/liter air utk ulat, kumbang, kutu
4. Kelthane dosis 2
gram/liter air, utk kutu.
5. Metadeks dosis dibasahi air,
dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, utk keong & bekicot air
6. Falidol E.605 dosis
dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, utk keong & bekicot air. utk
hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu:
1. Menyebarkan obat sekitar
pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air
sedikit.
2. Membuat larutan 1 cc
Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam
air 10 liter. Kemudian pot tanaman direndam dlm larutan t’sebut selama
beberapa waktu & diulang satu minggu sekali.
Panen
Ciri
& Umur Tanaman berbunga
Umur tanaman anggrek berbunga, tergantung jenisnya. Umumnya tanaman angrek
dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. Tangkai bunga yg dihasilkan
kira-kira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai.
Cara Pemetikan Bunga
Untuk panen perlu diperhatikan, pemotongan dilakukan pada jarak
2 cm dr pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yg bersih.
Prakiraan Produksi
Bibit anggrek yg sdh dewasa & sesudah 2 bulan tangkai bunga
akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai.
Pascapanen
Pengumpulan
Pengumpulan bunga anggrek dilakukan b’dasarkan permintaan pasar. Jenis
anggrek Dendrobium dpt dipanen dlm bentuk:
1. Tanaman muda utk bibit
2. Tanaman dewasa utk
tanaman hias
3. Bunga potong
Tanaman muda utk bibit biasa dijual dlm bentuk pot kecil, sedangkan tanaman
dewasa biasanya tanaman sdh b’bunga. utk bunga potong dipilih
tangkai yg kuntumnya paling banyak sdh mekar (kuncup t’sisa 1–3
kuntum).
Penyortiran &
Penggolongan
Bunga dipilih yg bagus, tdk kena penyakit ataupun luka. Selanjutnya bunga
dikelompokan sesuai dengan kebutuhan b’dasarkan tingkat kesegaran atau ukuran
bunga dengan maksud utk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yg bagus tdk
turun harganya.
Penyimpanan
Penyimpanan b’tujuan utk memperlambat proses kelayuan bunga, sehingga
dilakukan pada saat:
1. Bunga baru saja dipetik
sambil menunggu pemanen selesai.
2. Bunga yg tlah dipanen
tdk segera dijual atau diangkut.
3. Bunga mengalami perjalanan
sebelum sampai ke konsumen.
Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan
mutu lebih lambat bunga tetap segar. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan
cara penempatan bunga dlm larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C)
selama 2 jam. Larutan bahan pengawet t’sebut antara lain:
1. Larutan seven up dengan
kadar 30 %.
2. 2 % larutan gula
ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) & 1 gram asam sitrat per 10
liter.
3. 2 % larutan gula
ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat & 1 gram asam sitrat per 10 liter.
4. Larutan gula kadar 4–5 %
ditambah 0,2 gram quinolin per liter.
Pengawetan utk bunga yg dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dlm
larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dlm kantong plastik
& kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau
isimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C.
Pengemasan &
Pengangkutan
Setelah dilakukan pembersihan, pemilihan & pengawetan bunga dendrobium
potong dipak melalui cara:
1. Setiap sepuluh tangkai
dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis, ukuran
disesuaikan t’gantung panjang tangkai.
2. Setiap pangkal tangkai
dibalut kapas basah, kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm
& lebar 4 cm.
3. Pembungkus bunga &
pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang.
4. Bungkusan-bungkusan
bunga disusun b’silang di dlm kotak karton yg b’lubang sampai cukup padat.
5. Kotak karton ditutup
rapat dengan menggunakan carton tape.
Demikianlah artikel yang
berisi informasi tentang cara budidaya
tanaman anggrek yang meliputi media
tanam, tehnik penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Semoga artikel
ini bermannfaat dan salam sukses selalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar